Artikel

PEMBELAJARAN MODEL JIGSAW SALAH SATU ALTERNATIF DAPAT MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan guru dapat memilih dan menentukan model pembelajaran  serta komponen-komponennya yang turut menentukan keberhasilan suatu proses belajar mengajar sebagaimana dicantumkan dalam buku petunjuk pelaksanaan proses belajar mengajar pada kurikulum yang berlaku antara lain siswa diharapkan mampu memahami konsep pengetahuan serta keterkaitannya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tekhnologi. Disisi lain siswa merupakan salah satu komponen yang turut menentukan keberhasilan suatu proses belajar mengajar.

 

Guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar selalu berorientasi pada tujuan pembelajaran dengan memperhatikan komponen-komponen yang turut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, dalam hal ini siswa dengan sendirinya dapat mengembangkan diri secara total , guru diharapkan menggunakan pendekatan dan model pembelajaran yang mengacu pada keterkaitan antara konsep-konsep ilmu pengetahuan dan siswa sebagai subjek (bukan sebagai objek) yang memiliki sejumlah pengalaman, kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sebagai hasil interaksi dengan lingkungan, oleh karena itu penulis mencoba memberikan masukan kepada teman-teman guru dengan menerapkan rancangan model pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep-konsep pengetahuan baik secara kuantatif maupun kualitatif, dan takhnologi dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa dalam penguasaan konsep-konsep pengetahuan melalui model pembelajaran Jigsaw.

Tujuan menggunakan model pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa dalam penguasaan konsep-konsep pengetahuan baik secara kuantatif maupun kualitatif, dan tekhnologi dalam kehidupan sehari-hari.

Pengorganisasian dalam pembelajarannya dicirikan oleh strukutr tugas, tujuan dan pembelajaran kooperatif. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama, dan mereka harus mengkoodinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka akan berbagi penghargaan bila berhasil sebagai kelompok.

 

Menurut Muslimin Ibrahim dkk dalam pembelajaran koorperatif (2000:6) unsur-unsur pembelajaran kooperatif adalah :

  1. Siswa dalam kolompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “ sehidup sepenanggungan bersama. ”
  2. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya, sperti milik sendiri.
  3. Siswa harus melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
  4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggungjawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
  5. Siswa akan dikenakan evaluasi akan diberikan hadiah/penghargaan yaang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok.
  6. Siswa berabagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama-sama selama proses belajarnya.
  7. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok.

 

Pengajaran didesain untuk meningkatkan perkembangan anak sebagai individu dan sebagai anggota kelompok masyarakat yang ikut serta dalam kemajuan sosial (Marian L. Matenello, 1994 : 63). Berpijak dari konsep diatas penulis ingin mencoba memberikan salah satu solusi cara belajar koorperatif melalui model pembelajaran Jigsaw.

Model pembelajaran Jigsaw (model tim ahli) mempunyai langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Siswa dikelompokkan kedalam  ± 4 anggota tim.
  2. Tiap orang didalam tim diberi kegiatan materi yang berbeda.
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian / topik yang sama bertemu dalam kelompok yang baru(kelompok ahli) untuk mendiskusikan topik tersebut.
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang topik yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
  6. Tiap tim ahli memaparkan hasil diskusi.
  7. Guru memberi evaluasi.
  8. Penutup

( Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, and Snapp : 1978 )

 

Pendapat diatas menyatakan bahwa dengan model pembelajaran Jigsaw (model tim ahli) siswa  diharapkan dapat memecahkan masalah dan bertukar pola pikir atau informasi dengan teman-temannya tentang pemecahan masalah yang dihadapi, jadi disini dikehendaki keaktifan siswa lebih tinggi.

Melalui model pembelajaran Jigsaw siswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan konsep-konsep pengetahuan  dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw  dalam pelaksanaannya siswa diharapkan dapat mengumpulkan data dan hasil diskusi serta menjawab soal tes tertulis.

Keaktifan siswa dan keberanian siswa dalam mengungkapkan permasalahan atau pendapatnya sendiri sehingga dapat membantu siswa dalam memahami konsep pengetahuan dari pembelajaran sehingga hasil belajar mengingkat, sedangkan guru hanya berfungsi sebagai pembimbing diskusi dan fasilitor bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Dari uraian diatas dapat penulis rekomendasikan agar guru dalam melaksanakan proses pembelajaran  menggunakan model yang bervariasi dan menyenangkan dan siswa dalam proses pembelajaran hendaknya mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga tujuannya tercapai.

Wallahu a’lam

Penulis: 
Kamiludin, S.Pd., M.M
Sumber: 
BTIKP
Tags: 
Melalui model pembelajaran Jigsaw siswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan konsep-konsep pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari