Oleh : Helmi Ibrahim, S.Pd.
Membicarakan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi hal penting di era persaingan saat ini karena terkait dengan bagaimana SMK mampu menjadi agen bagi penciptaan lulusan atau sumber daya manusia terampil yang akan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Apalagi saat ini banyak tenaga kerja asing yang bekerja di tanah air yang tentunya akan semakin memperkecil peluang tenaga kerja lokal untuk mendapatkan lahan pekerjaan. Artinya, jika tidak dilakukan antisipasi maka akan semakin banyak lulusan, termasuk lulusan SMK yang akan menjadi pengangguran di negara ini.
Untuk itu SMK yang merupakan sekolah yang didesain agar lulusannya langsung bekerja harus melakukan berbagai terobosan agar mampu eksis dalam kancah persaingan yang ada. SMK yang ada tidak bisa lagi terjebak dalam pola lama yang hanya menerima lulusan SMP/MTs lalu melakukan proses pembelajaran yang dikalkulasi dalam hitungan waktu, kemudian meluluskan para siswa.
Pemerintah sebagai regulator bagi terselenggarannya SMK yang berkualitas terus melakukan berbagai terobosan seperti membuat SMK sebagai pusat keunggulan atau yang dikenal dengan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Dasar hukum program SMK PK adalah Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Juknis Penyelenggaraan program SMK Pusat Keunggulan . Kepmendikbud ini diterbitkan dengan pertimbangan bahwa untuk mengembangkan pendidikan kejuruan agar semakin relevan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang senatiasaa berubah sesuai dengan perkembangan dunia kerja dan mampu unyuk mendukung proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan, maka perlu menyelenggarakn program sekolah menengah kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan sebagai model satuan pendidikan yang bermutu.
Bagaimana dengan lulusan SMK di Bangka Belitung. Sudahkah berkualitas dan berkompeten sesuai dengan tuntutan dunia kerja atau tuntuan industri? Dari data BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang melaporkan bahwa jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada bulan Februari 2022 sebanyak 8,40 juta orang. Dari jumlah ini, lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar dibandingkan lulusan jenjang pendidikan lainnya.
Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana menyikapi masalah tersebut di atas. Kementerian Pendidikan tentunya mencari solusi yang tepat untuk menjawab kegelisaan ini semua. Tuntutan untuk menyelesaikan permasalahan ini, mulai terjawab pada tahun 2021 lalu dibukalah program SMK sebagai Pusat keunggulan. Pembelajaran pada SMK ini pelaksanaannya berorintasi untuk memberikan keleluasaan sekolah dalam menjalankan penguatan sikap disiplin siswa yang berkarakter Pancasila, berbudi luhur, selalu berusaha berinovasi dengan mengikuti perkembangan zaman diiringi dengan selalu memperhatikan kearifan lokal yang dimiliki daerah masing-masing.
Program revitalisasi SMK fokus pada insentif bantuan fisik bagi SMK, program ini dilaksanakan melalui 5 (lima) sektor prioritas: industri kreatif, pariwisata, maritime, pertanian, dan teknologi dengan melibatkan peran pemerintah daerah setempat.
SMK PK fokus pada SDM SMK dengan paradigma baru, yakni adanya pengimbasan ke sekolah lain melalui pelatihan kepala sekolah, guru kejuruan. Program digitalisasi sekolah, dan kurikulum melalui pembelajaran dengan paradigma baru. Program ini juga dapaat mengembangkan sarana dan prasarana yang dilaksanakan untuk mendukung pembelajaran berbasis industri. SMK PK mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah dengan menjalin kerja sama dengan DUDIKA untuk melahirkan lulusan yang berkualitas sesuai kebutuhan dunia industri tentunya.
Program sekolah SMK PK dengan skema pemadanan dukungan (SPD) atau matching fund berhasil mengandeng sebanyak 349 industri pada tahun 2022 sebanyak 1401 SMK PK layak untuk mengikui seleski hanya 349 SMK PK yang berhasil. Intervansi yang dilakukan diantaranya implementasi kurikulum merdeka, pelatihan magang dang sertifikasi guru serta kepala SMK, perencanaan berbasis data, bantuan saran prasaana, pedampingan dan koordinasi dengan pemda. Hasil akhir yang diharapkan adalah peningkatan kualitas dan kinerja SMK pada aspek kerja sama dan keselarasan dengan dunia kerja, kepemimpianan sekolah dan keterserapan lulusan.
Saat ini SMK PK terbagi menjdi dua skema yang skema reguler yang mana intervensi dasar dan atau lanjutan oleh Kemendikbud Ristek dan skema PK skema pemadanan dukungan, yang mana pengembannganya berbasis kemitraan dan peyelarasan dengan partissipasi dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja juga didukukng dari APBN dan dunia usaha, dunia industri dan duunia kerja.
Salah satu program keterkaitan SMK Pusat Keunggulan adalah studi tiru (Benchmarking). Menurut Zaeduh bahwa dalam sebuah perusahaan penjamin mutu suatu produk atau layanan sering dilakukan, penjamin ini diberikan karena mutu dari produk yang dihasilkan atau layanan yang diberikan sangat mungkin tidak sesuai (lebih rendah) dari standar minimal yang diitentukan. Teori ini juga berlaku dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan dalam perjalannya sangat mungkin lulusannya (output) tidak sesuai dengan standard minimal yang telah dirumuskan. Maka penjamin mutu menjadi sebuah keharusan untuk memberikan kepuasan pada pelanggan. Maka salah satu upaya penjamin mutu yang harus dilakukan adal studi tiru (benchmarking).
Kebersamaan dunia kerja dan dunia industri tidak terlepas dengan SMK. Sinergi keduanya dalam membangun karakter budaya kerja sangat diperlukan. Bagaimana kita bisa melakukan peningkatan kualitas guru dan peserta didik apabila kita semua unsur yang terkait tidak ingin bersatu padu untuk peningkatan kualitas SMK yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.
Untuk itu sangat penting Program SMK sebagai Pusat Keunggulan yang menjadikan penguatan visi dan misi setiap Sekolah Menengah Kejuruan mulai memperhatikan mutu sekolah dalam melahirkan generasi baru sebagai poluntir keberhasilan yang sudah di depan mata untuk mempersiapkan “ Generasi Emas” yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2045. Link and Super Match antara SMK dengan DUDIKA sebuah keniscayaan demi tercapainya sumberdaya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berfikir kritis, kreatif, inovatif, dan manusia berbudi luhur demi bangsa dan negara.
