Pendidikan itu wajib bagi seluruh anak Indonesia. Dengan pendidikan, kita dapat merubah hidup dan masa depan lebih baik. Pendidikan dapat mengubah karakter anak menjadi lebih baik. Karena pendidikan itu jaminan masa depan lebih cemerlang. Pendidikan adalah bekal bagi anak-anak bangsa untuk memperoleh pekerjaan. Pendidikan dapat ditempuh melalui pendidikan formal dan nonformal.
Pendidikan merupakan suatu pembelajaran yang meliputi pengetahuan, psikomotor dan sikap. Kerja niat ini diperoleh di bangku sekolah maupun pelatihan. Pendidikan juga dapat diperoleh melalui bimbingan maupun penelitian untuk menuntun kita melangkah. Hingga kini, pendidikan di Indonesia mengalami banyak perubahan. Ya, melalui perubahan kurikulum sebagai arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Perubahan ini digunakan agar para guru dapat mengembangkan cara mengajar secara mandiri dan sesuai zaman.
Apa itu kurikulum? Kurikulum menurut Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 19 yang berbunyi: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.
Artinya kurikulum yang diinginkan pada saat ini adalah kurikulum yang sesuai dengan zaman yang memberikan kebebasan kepada guru untuk mengembangkan kompetensi profesionalnya. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang bersifat dinamis, yang berubah. Bukan mengubah untuk sekadar berubah nama, namun juga esensi dan makna. Salah satunya kurikulum yang mengubah cara mengajar seorang guru yang berfokus kepada peserta didik dan lebih menyenangkan, tidak monoton.
Peserta didikpun tertantang dalam mengikuti pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif yang menghasikan hasil karya peserta didik. Karena, sekarang ini zamannya teknologi yang maju pesat. Jadi, mau tidak mau para guru pun harus melek teknologi. Guru harus mengupdate dan mengupgrade diri dalam penggunaan teknologi untuk kemajuan pembelajaran di dalam kelas. Setidaknya, guru harus lebih kencang berlari daripada peserta didik yang sekarang suka sekali berjalan cepat.
Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan penuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar tercapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat. Maksudnya, sebagai seorang guru selayaknya menuntun, membimbing, mengarahkan, mendidik perkembangan karakter, baik akademik maupun nonakademik peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah harus disesuaikan dengan kurikulum.
Selain itu, fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional. Kurikulum merupakan pedoman guru dan murid agar terlaksananya proses belajar mengajar dengan baik. Hal itu dilakukan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional dalam mencerdaskan generasi menerus bangsa Indonesia yang memiliki karakter profil Pancasila abad 21.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, pertimbangan dalam merancang kurikulum yang dilakukan pemerintah saat ini meliputi kebutuhan, pendapat, pengalaman, hasil belajar dan kepentingan peserta didik. Mengapa kurikulum perlu diubah? Ya itu tadi, agar sesuai dengan perkembangan zaman, agar dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dan mengikuti teknologi canggih dan maju pesat. Dan saat ini dinamakanlah kurikulum perubahan itu dengan nama Kurikulum Merdeka.
Adapun ciri-ciri kurikulum merdeka: pertama, lebih fokus pada materi esensial; materi yang pokok saja pada setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan sesuai dengan kondisi sekarang. Kedua; struktur kurikulum yang lebih fleksibel; dalam kurikulum merdeka didasari kemampuan kompetensi, pembelajaran yang menyenangkan dan karakter profil Pancasila. Ketiga; tersedianya banyak perangkat ajar yaitu perangkat ajar dapat kita dilihat dan digunakan di platform merdeka mengajar. Keempat; menjadikan peserta didik lebih bahagia. Dengan adanya kurikulum merdeka ini, peserta didik bebas memilih mata pelajaran pilihan di kelas XI. Yang semula ada penjurusan IPA dan IPS. Sekarang mereka bisa memilih mata pelajaran apa yang diinginkan sesuai dengan hati dan bakat minat untuk melangkah dan melanjut ke Perguruan Tinggi setelah tamat SMA.
Kelima; pembelajaran berbasis projek. Pemerintah menetapkan tujuh tema dalam Pelaksanaan Projek dalam kurikulum merdeka yaitu: (1) Bhinneka Tunggal Ika, (2) Bangunlah Jiwa dan Raga, (3) Gaya Hidup Berkelanjutan, (4) Kearifan Lokal, (5) Kewirausahaan, (6) Suara Demokrasi, (7) Berekayasa dan Berteknologi untuk Kemajuan NKRI.
Pembelajaran berbasis projek, pelaksaan di sekolah disebut dengan Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila atau disingkat P5. Kegiatan ini merupakan projek yang mengangkat, mengasah sosok pelajar yang menuntut ilmu sepanjang hayat dimana pun berada. Diharapkan peserta didik dapat mengikuti zaman berteknologi canggih yang memiliki kompetensi abad 21. Generasi ini juga diharapkan memiliki perilaku setara profil pelajar Pancasila yang meliputi: beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, berkebinekaan global, bernalar kritis, prestatif, bergotong royong, dan kreatif.
Setiap satuan pendidikan atau sekolah dapat memilih 3 tema yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam 1 tahun pelajaran. Boleh dua tema pada semester ganjil dan satu tema pada semester genap yang dapat menghasilkan tiga modul dalam satu tahun. Sebagai ajang program pada akhir pembelajaran diadakan aksi gelar karya profil pelajar Pancasila sebagai bukti aksi nyata peserta didik dalam pembelajaran projek P5.
Pada intinya, dengan adanya kurikulum merdeka ini, pembelajaran di sekolah bagi peserta didik menjadi sangat menyenangkan. Peserta didik leluasa berkreasi dalam memahami materi yang diperolehnya, dan dapat dengan mudah mewujudkannya menjadi sesuatu kembali. Bagi para guru, kurikulum merdeka lebih memberikan ruang singgah dengan banyak pilihan dan arah. Bukalah platform kurikulum merdeka, semua ada dan bermakna. Tentu saja diharapkan, kita sebagai guru dan pendidik akan semakin dapat mengembangkan keprofesionalan kita sebagai sebuah profesi yang bergengsi. Fleksibellah
