PANGKALPINANG--Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Jamaluddin melakukan pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi se-Bangka Belitung, Selasa 14 Februari 2023 di ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Air Itam. Pertemuan dilaksanakan dalam rangka mencari solusi terkait menurunnya angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa APK perguruan tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2021 berada di peringkat terendah di antara provinsi lainnya di Indonesia yaitu di angka 15.23 persen. Sedangkan APK nasional di angka 31,19 persen.
"Terima kasih kepada pimpinan perguruan tinggi se Bangka Belitung yang telah memenuhi undangan kami. Kita berharap melalui pertemuan ini bisa kita carikan solusi atas menurunnya APK perguruan tinggi di Bangka Belitung," ujarnya Pj Gubenur.
Dia menambahkan, peningkatan kualitas dan akses pendidikan tentu bukan hanya menjadi tugas pemerintah, namun menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat. "Melalui pertemuan ini APK perguruan tinggi kita akan bisa meningkatkan dan bukan mencari pembenaran," katanya.
Sementara itu perwakilan dari BPS Bangka Belitung Aja Narsun mengungkapkan bahwa data APK ini hasil survei yang dilakukan BPS secara nasional.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya APK perguruan tinggi ini yaitu karena lulusan SMA/SMK memilih bekerja pada sektor yang mudah mendapatkan penghasilan, merasa pendidikan yang ada sudah cukup, menikah muda, serta tidak ada biaya kuliah.
Sementara itu Fadilah Sabri, Rektor Universitas Muhammadiyah Babel dan Bambang Satria dari STISIPOL Pahlawan 12 mengungkapkan bahwa perlu usaha bersama untuk meningkatkan APK perguruan tinggi di Babel. Selain manset masyarakat, faktor ekonomi juga menjadi faktor penyebab rendahnya APK ini.
"Manset masyarakat kita yang menganggap untuk apa kuliah yang ujungnya akan jadi pengangguran juga harus kita ubah," tegas Fadilah Sabri.
Sedangkan Ibrahim, Rektor Universitas Bangka Belitung mengusulkan salah satu upaya untuk meningkatkan APK perguruan tinggi ini adalah dengan Dinas Pendidikan memberi target kepada kepala sekolah terkait jumlah lulusan yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Kepala sekolah bisa menandatangani perjanjian kinerja. Untuk kepala sekolah yang memenuhi target bisa diberi reward dan yang tidak memenuhi target juga harus diberikan punisment," tegas Ibrahim.
Selain itu lanjut Ibrahim, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat bersurat ke Dirjendikti agar bisa membuka moratorium pembukaan prodi sosbud serta dapat juga bersurat ke Dirjendikti agar dapat menambah jumlah penerima KIP kuliah untuk Babel.
Senada, Rektor IAIN SAS Babel, Irawan, menambahkan bahwa penting bagi yang hadir dalam pertemuan ini untuk terus memberikan motivasi kepada orang tua agar anaknya untuk terus mencari ilmu dan menempuh pendidikan ke perguruan tinggi. "Dan guru-guru pun agar terus memotivasi siswanya terkait betapa pentingnya menurut ilmu sehingga siswa tergerak untuk melanjutkan ke perguruan tinggi," jelasnya.
Sementara itu Ervawi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan pada tahun 2022 jumlah lulusan SMA sebanyak 9155 lulusan. Dari jumlah itu sebanyak 44 persen melanjutkan ke perguruan tinggi, 24 persen bekerja, dan 28 persen tidak kuliah atau bekerja. "Sedangkan lulusan SMK pada tahun 2022 sebanyak 8357 dan dari jumlah itu sebanyak 17 persen kuliah dan 78 bekerja," ungkap Ervawi.
Dia menambahkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya untuk meningkatkan APK dan kualitas pendidikan di Babel.
Pertemuan itu juga turut dihadiri Kepala Bappeda Babel Fery Insyani serta Kepala Biro Kesra Suhaimi.





