PANGKALPINANG--Peningkatan kualitas pendidikan harus terus dilakukan agar kualitas sumber daya manusia Babel semakin maju dan berkembang yang nantinya berhulu pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu perlu komitmen, sinergitas, harmonisasi dan komunikasi yang itens seluruh pihak dalam memajukan pendidikan di Bangka Belitung.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, dalam Rapat Evaluasi Tahun 2025 dan Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2026 di hadapan para kepala sekolah SMA, SMK, SLB dan Pengawas Sekolah, Selasa 30 Desember 2025, menyampaikan bahwa kualitas pendidikan di Bangka Belitung tak akan terwujud jika tidak ada komitmen, tidak ada tindakan yang jelas dan terukur.
"Sekolah sebagai ujung tombak dari peningkatan kualitas pendidikan harus bergerak dan berbenah. Kunci dari peningkatan kualitas pendidikan itu dimulai dari kualitas pembelajaran. Untuk itu kualitas pembelajaran juga harus meningkat. Dan guru sebagai ujung tombak harus meningkatkan kualitas dan kompetensinya," jelas Saipul di ruang pertemuan Dinas Pendidikan Babel.
Untuk itu Saipul berharap Kepala Sekolah dan Pengawasan Sekolah lebih memaksimalkan peran dan fungsinya. Karena kepala sekolah dan pengawas berperan penting dalam mendorong guru untuk lebih berkreasi dan berinovasi dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas.
Rapat Evaluasi Tahun 2025 dan Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2026 ini diselenggarakan di raung pertemuan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain dihadiri oleh kepala sekolah SMA, SMK, SLB dan Pengawas Sekolah, juga dihadiri oleh seluruh pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Babel seperti dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1, 2,3,4 dan 5, juga UPTD BTIKP dan UPT Inklusi.
Dalam pertemuan itu juga dibahas hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA/SMK Tahun 2025. TKA yang untuk pertama kali dilaksanakan di seluruh Indonesia, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di urutan sembilan nasional.
Terkait hasil TKA ini Saipul meminta tahun depan agar hasilnya lebih dapat ditingkatkan. "Alhamdulillah untuk hasil TKA provinsi kita berada di urutan sembilan di antara seluruh provinsi yang ada dan tentunya itu menandakan bahwa siswa kita bisa bersaing dengan provinsi lainnya. Dan ke depan kita berharap hasilnya lebih baik lagi," harap Saipul.
Hal lain yang juga menjadi bahan evaluasi terkait rendahnya angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi. Untuk APK perguruan tinggi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih berada di bawah rata-rata nasional. Terkait hal itu kepala sekolah diminta untuk terus mendorong siswanya agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Menurut Saipul kepala sekolah harus lebih itens menginformasikan keberadaan KIP kuliah bagi mahasiswa yang tidak mampu. Karena lanjut Saipul, KIP kuliah yang memberikan beasiswa kuliah juga memberikan beasiswa untuk biaya hidup dan biaya lainnya kepada mahasiswa penerima KIP.
“Upaya kita untuk meningkatkan APK Perguruan Tinggi ini agar lulusan dari orang tua yang tidak mampu secara ekonomi bisa melanjutkan kuliah melalui KIP kuliah. Tentunya juga kita melalui Dinas pendidikan akan mendorong ke dunia industri seperti PT Timah dan BUMN lainnya dapat berpartisipasi membantu perkuliahan bagi mahasiswa yang tidak mampu.


