PANGKALPINANG--Sebanyak 24 Guru Informatika dari satuan pendidikan SMA negeri dan swasta di Bangka Belitung mengikuti Workshop Koding Low Code dan AI.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini untuk memberikan pemahaman tentang coding dan penerapannya dalam dunia pendidikan guna mendukung pembelajaran di sekolah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu - Jumat, 20 - 22 Mei 2026 di Hotel Sun Pangkalpinang dibuka oleh Kepala BTIKP Babel Sukinda.
Saat membuka kegiatan, Sukinda berharap melalui kegiatan ini guru mendapatkan pengetahuan baru tentang koding sehingga bisa menerapkannya di lingkungan sekolah.
"Ikuti kegiatan ini dengan baik karena materi tentang koding dan AI ini sangat baik sekali untuk menambah kompetensi bidang TIK bapak ibu sekalian," kata Sukinda.
Kegiatan workshop menghadirkan narasumber dari Dosen Prodi Teknik Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) Polman Negeri Bangka Belitung, Riky Afriansyah, M.T. dan Linda Fujiyanti, M.T.I.
Kedua narasumber membagikan wawasan serta praktik langsung mengenai pengembangan aplikasi berbasis low code dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Ketua panitia, Hendarko, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi digital yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar low code serta memanfaatkan AI untuk mendukung produktivitas dan inovasi di berbagai bidang,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada pembuatan aplikasi sederhana seperti sistem UTBK, Deteksi bahasa isyarat, Codular yang menggunakan platform low code, mulai dari desain antarmuka hingga integrasi otomatisasi data. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan AI untuk membantu pembuatan konten, analisis data, dan pengembangan ide kreatif.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta aktif berdiskusi dan mencoba langsung teknologi yang diperkenalkan oleh narasumber.
Salah satu peserta, Era, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari workshop tersebut. “Materinya sangat menarik dan mudah dipahami. Kami jadi lebih mengenal bagaimana AI dan low code bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja,” katanya.


