PANGKALPINANG – Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Pelatihan Desain Grafis untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) siswa luar biasa (SLB) se-Kota Pangkalpinang.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan BTIKP, Senin 02 Desember 2024 ini bertujuan untuk memberikan keterampilan desain grafis yang bermanfaat dalam pengembangan kreativitas dan potensi anak ABK.
Kegiatan ini yang diikuti 22 siswa, yang berasal dari SLB Negeri Pangkalpinang dan SLB YPAC Pangkalpinang ini untuk memperkenalkan dan mengajarkan desain grafis sebagai salah satu bidang yang dapat membuka peluang bagi ABK dalam mengembangkan keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sukinda, Kepala Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya BTIKP Babel untuk mengembangkan sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Kami sangat bangga dapat berkesempatan untuk hadir bersama anak-anak hebat ini. Teknologi informasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita saat ini, dan kami berharap anak-anak dapat memanfaatkan TIK ini untuk mengembangkan potensi diri mereka,” ujar Sukinda.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber, Yulizar, yang merupakan perancang grafis dari UPTD Rumah Promosi Dan Kemasan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam sesi ini, peserta belajar tentang teknik dasar desain grafis menggunakan perangkat lunak yang mudah diakses. Yulizar menekankan bahwa desain grafis bukan hanya sekadar membuat gambar, tetapi juga merupakan cara untuk menyampaikan pesan melalui visual yang kreatif.
"Desain grafis adalah sebuah bahasa visual yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang penuh makna. Kami berharap, dengan pemahaman desain grafis, anak-anak bisa mengembangkan kreativitas mereka dan memanfaatkan kemampuan ini untuk kehidupan mereka di masa depan," jelas Yulizar.
Peserta workshop tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, bersemangat untuk mengasah keterampilan desain grafis mereka. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri para peserta, serta membuka peluang lebih besar bagi mereka dalam dunia digital.
Sukinda menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada semua peserta yang telah bergabung dalam kegiatan ini dan berharap agar mereka dapat membawa ilmu dan keterampilan yang didapat untuk pengembangan diri yang lebih baik ke depannya. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi anak-anak semua dan menjadi langkah awal untuk mencapai masa depan yang lebih gemilang,” tambah Sukinda.
Diharapkan kegiatan ini dapat membuka peluang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi kreatif mereka, terutama dalam bidang desain grafis, yang dapat menjadi keterampilan. Juga diharapkan dapat memberikan peserta rasa percaya diri lebih besar, mengingat desain grafis adalah cara bagi mereka untuk mengekspresikan ide dan kreativitas mereka melalui media visual.


