Berita

36 Siswa SLB Berlaga di O2SN PK Tingkat Provinsi Tahun 2026

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Pendidikan Khusus (O2SN-PK) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 22 sampai 25 Juni 2026 ini menjadi wadah bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi, bakat, serta prestasi di bidang olahraga.

Pelaksanaan O2SN-PK tingkat provinsi ini diikuti oleh perwakilan peserta didik dari satuan pendidikan khusus di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Melalui ajang ini, para siswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta membangun rasa percaya diri melalui kompetisi yang sehat.

Dr. Cipto Suncoko, M.Pd, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menjadi Pembina sekaligus membuka kegiatan O2SN-PK Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 di aula SMA Negeri 2 Pangkalpinang mengatakan, O2SN Pedidikan khusus bukan sekadar kompetisi olahraga biasa, kegiatan ini merupakan panggung pembuktian bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi.

“Kegiatan olahraga memiliki peran krusial dalam membentuk karakter anak-anak kita. Melalui latihan yang konsisten, para siswa belajar tentang disiplin, kerja keras, dan sportivitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Cipto Suncoko menyampaikan terima kasih kepada para guru pelatih dan orang tua. “Dedikasi dan kesabaran anda sekalian membentuk karakter tangguh para atlet kita hari ini. Kerja keras anda adalah fondasi utama keberhasilan pendidikan inklusif di Bangka Belitung. Terima kasih atas kesabaran dan dedikasi yang telah Anda berikan,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri MM, mengatakan, O2SN Pendidikan Khusus merupakan sarana penting untuk menyalurkan bakat olahraga siswa disabilitas. Melalui ajang ini, kita membangun rasa percaya diri, sportivitas, dan kemandirian siswa. Kegiatan ini juga menjadi instrumen penting untuk menjamin kesetaraan hak dalam bidang olahraga

Dia melanjutkan O2SN Pendidikan Khusus merupakan bagian dari pembinaan olahraga pendidikan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Ajang ini bertujuan mengidentifikasi serta mengembangkan talenta olahraga peserta didik berkebutuhan khusus agar mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Tentu penyelenggaraan O2SN Pendidikan Khusus tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik melalui nilai disiplin, kerja keras, kemandirian, dan sportivitas. Jadi setiap anak memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Melalui O2SN-PK ini, kita memberikan ruang yang sama bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkembang, berkompetisi, dan mengukir prestasi,” ujarnya.

Berbagai cabang olahraga dipertandingkan dalam kegiatan ini dengan melibatkan atlet-atlet terbaik dari sekolah luar biasa (SLB) dan satuan pendidikan khusus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Para peserta didampingi oleh guru pembimbing serta pelatih yang berperan dalam mempersiapkan kemampuan dan mental bertanding para atlet muda.

Selain menjadi ajang kompetisi, O2SN-PK juga memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan layanan pendidikan yang inklusif, memberikan kesempatan yang setara, serta mendukung pengembangan bakat peserta didik berkebutuhan khusus.

Melalui pelaksanaan O2SN-PK Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, diharapkan lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

Ada tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN-PK Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 ini yaitu atletik balap kursi roda putra, atletik lari 100 meter putra, atletik lompat jauh putri, bulutangkis tunggal putra, bocce tunggal putri, catur tunggal putri, tenis meja tunggal putra. Adapun total kontiongen berjumlah 72 orang terdiri atas 36 peserta dan 36 pendamping.

 

Sumber: 
BTIKP
Penulis: 
Mammaqdudah
Fotografer: 
maq
Editor: 
Mammaqdudah
Bidang Informasi: 
Pendidikan