TANJUNGPANDAN—Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam dalam pengembangan pembelajaran digitalisasi, sebanyak 38 orang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur mengikuti Workshop “Video Content Creator untuk Pendidikan” yang diselenggarakan oleh Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 28 hingga 30 Juli 2025 ini dilaksanakan di ruang pertemuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, Tanjungpandan, Belitung.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala BTIKP yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi, Ibu Sulfa Kalsum, S.Pd., M.Si.
Dalam sambutannya, Sulfa Kalsum menyampaikan pentingnya peran guru sebagai penggerak inovasi di sekolah. “Kemampuan untuk membuat dan menyampaikan materi pembelajaran melalui media digital adalah tuntutan zaman. Guru harus mampu hadir di ruang-ruang digital tempat siswa berada,” ungkapnya.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber dari dunia industri kreatif, yaitu Liauw Steven Tom dan Marini dari PT Minggu Kerja Production Pangkalpinang, yang telah berpengalaman dalam produksi konten digital edukatif.
Para peserta akan mendapatkan pelatihan intensif mulai dari penulisan naskah, penyusunan storyboard, teknik pengambilan gambar dan audio, hingga editing video dengan perangkat lunak yang mudah diakses. Selain itu, peserta juga diajak memahami prinsip dasar membangun identitas digital guru sebagai kreator konten pendidikan.
Hadir juga dalam pembukaan kegiatan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V yang diwakili Kepala Subbag Tata Usaha, Ramadian Ladorba. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi para guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Video bukan hanya pelengkap, tetapi bisa menjadi jembatan pemahaman antara guru dan siswa, terutama di era digital ini. Jadi ikuti kegiatan ini dengan baik dan manfaatkan secara optimal," ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru SMK di wilayah Belitung dan Belitung Timur dapat menjadi pelopor dalam pengembangan konten pembelajaran digital yang inovatif, sesuai dengan karakteristik siswa generasi saat ini.


