PANGKALPINANG—Kegiatan parenting sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak-anak mereka. Dengan kegiatan parenting itu, literasi orang tua untuk mendidik anak-anaknya akan semakin bertambah. Untuk itulah, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan “Parenting Sekolah Luar Biasa, Satu Visi Satu Misi Peran Orang Tua Dan Sekolah dalam Menumbekemang Anak SLB.”
Kegiatan parenting ini dilaksanakan di seluruh SLB di Bangka Belitung dengan menghadirkan orang tua siswa ke sekolah. Pada Kamis 17 Juli 2025 kegiatan parenting dilaksanakan di SLB Negeri Pangkalpinang.
Sebelum kegiatan resmi dibuka, orang tua yang hadir disuguhkan dengan penampilan band dari siswa SLB yang berkolaborasi dengan guru. Beberapa lagu dari band terkenal seperti dari “Jangan Menyerah” dari D Masif dan “Laskar Pelangi” dari Nidji mereka bawakan untuk menghibur orang tua yang hadir.
Salah satu orang tua siswa, Rita, di sela-sela kegiatan menyambut bagi kegiatan parenting ini. Menurut Rita kegiatan ini sangat membantu orang tua dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak-anak mereka.
“Kita senang sekali dengan kegiatan ini. Tentunya kegiatan ini sangat membantu kami karena ada hal-hal dalam pola pengasuhan, pola mendidik anak-anak kami yang sebelumnya tidak kami ketahui, dengan adanya kegiatan parenting ini bisa kami ketahui,” ungkap Rita.
Dia menambahkan, kegiatan seperti ini akan lebih dapat meningkatkan hubungan lebih baik antara orang tua dengan sekolah. “Jadi tentu kami akan semakin lebih dapat berelaborasi dengan sekolah. Lebih dapat menyamakan visi dan misi dalam membentuk perkembangan fisik, emosional, sosial, dan intelektual anak-anak kami,” jelas Rita
Sedangkan Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tomi Patria, menyampaikan kegiatan ini dalam rangka mewujudkan sinergitas antara sekolah dan orang tua dalam memberikan pendidikan pola pengasuhan terbaik di sekolah luar biasa.
“Orang tua atau wali bertanggung jawab dalam memberikan dukungan, bimbingan, dan cinta kepada anak-anak mereka selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Sekolah mengundang orang tua atau wali siswa agar mereka memahami bagaimana peran keluarga di dalam merawat dan mendidik anak-anak ketika berada di rumah,” kata Tomi.
Sementara itu narasumber Wahyu Kurniawan, psikolog yang juga dosen psikologi dari IAIN Syaikh Abdurahman Sidik mengatakan perlu bagi orang tua untuk terus belajar baik melalui membaca berbagai literasi, bertanya atau mengikuti kursus untuk mendapatkan bagaimana cara pola mengasuh, mengajar, dan mendidik untuk anak-anaknya.
Sedangkan Sahara, Kepala SLB Negeri Pangkalpinang memberikan apresiasi kegiatan parenting yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitu.
“Tentu kami menyampaikan terima kasih. Melalui kegiatan ini kami bisa menyamakan visi dan misi sekolah dengan orang tua dalam pola pengajaran dan pola mendidik siswa,” kata Sahara.
Dikatakannya, apa yang dilakukan oleh sekolah tentu harus didukung oleh orang tua karena tidak bisa tanggung jawab dalam mendidik dan mengajar ini diserahkan sepenuhnya kepada sekolah.



