PANGKALPINANG—Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaludin memberikan apresasi terhadap pelaksanaan Gebyar Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Apresiasi itu disampaikan Ridwan saat memberikan sambutan pada pembukaan gebyar yang dilaksanakan di Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Bangka Belitung, Komplek Perkantoran Gubernur Air Itam Pangkalpinang, Rabu 28 September 2022.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Bangka Belitung sebagai pusat studi atau research centre pendidikan anak-anak yang berkebutuhan khusus.
“Pelaksanaan Gebayar SLB ini luar biasa karena bisa memberikan ruang apresiasi kepada siswa berkebutuhan khusus. Dan saya juga menyampaikan terima kasih kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan ini,” kata Ridwan.
Sebelum menyampaikan sambutannya, Ridwan meminta kepada dua siswa berkebutuhan khusus untuk ikut serta mendampinginya saat dia menyampaikan sambutan. Usai menyampaikan sambutan, Ridwan juga memberikan apresiasi terhadap lukisan siswa berkebutuhan khusus yang dipamerkan di area gebyar.
“Dari sekian banyak lukisan yang dibuat para siswa, saya paling suka dengan lukisan ini,” katanya sambil menunjukkan lukisan yang dimaksud.
Dalam kesempatan tersebut Ridwan juga menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Bangka Belitung sebagai pusat studi atau research centre untuk pendidikan anak-anak yang berkebutuhan khusus. “Saya kira sudah saatnya kita lakukan dan kita wujudkan. Provinsi lain bisa memiliki sekolah atau perguruan tinggi yang hebat, untuk itu mari kita buatkan juga sesuatu yang hebat untuk anak-anak (berkebutuhan khusus-red) yang hebat ini di Bangka Belitung,” tegasnya.
Gebyar SLB dilaksanakan selama dua hari, 28-29 September 2022 ini diikuti seluruh SLB di Bangka Belitung serta peserta dari Bandung dan Batam Kepulauan Riau. Selain dihadari Pj Gubernur bersama istri, pembukaan Gebyar SLB juga dihadiri Kepala BPMP Babel, unsur Muspida beserta istri serta undangan lainnya.
Sedangkan Sri Utami yang merupakan istri Pj Gubernur Babel dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada guru dan orang tua yang tanpa henti mengajarkan dan mendidik anak berkebutuhan khusus.
“Mereka adalah titipan Allah yang harus kita jaga dan kita rawat. Terima kasih untuk orangtua dan guru yang berbesar hati, sabar, dan tidak pernah putus asa untuk menjadikan anak-anak ini menjadi lebih baik lagi,” ungkap Sri Utami.
Ervawi, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kemampuan dan daya saing siswa berkebutuhan khusus.
“Tentu kita terus berbuat untuk menjadikan anak berkebutuhan khusus di Bangka Belitung ini menjadi lebih baik. Selain melalui intervensi pengangaran, peningkatan kompetensi guru SLB, kita juga memberikan ruang apresiasi seperti gebyar SLB ini agar para siswa bisa terus berkreativitas,” paparnya.
Sedangkan Ketua Panitia Gebyar SLB, Deswarman, menyampaikan bahwa tujuan Gebyar SLB ini merupakan ajang apresiasi dan kreativitas bagi sekolah luar biasa di Bangka Belitung.
"Kegiatan ini untuk memfasilitasi kreativitas siswa luar biasa atau siswa berkebutuhan khusus dalam mengimplementasikan materi dan kegiatan pembelajaran yang didapat di bangku sekolah sehingga mereka lebih percaya diri, lebih berani, dan lebih kreatif lagi,” kata Deswarman yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dia berharap kegiatan ini akan semakin menambah kreativitas dan cakrawala siswa berkebutuhan khusus sehingga ke depan mereka semakin aktif dan kreatif yang nantinya mampu menaklukkan tantangan dan perubahan zaman.
Deswarman juga berharap melalui kegiatan ini semakin membuka ruang bagi peningkatan kompetensi guru SLB untuk selalu terus berinovasi dan berkreasi dalam pembelajaran sehingga kemampuan kognitif dan psikomotorik siswanya semakin meningkat. "Harapan kita juga melalui kegiatan gebyar SLB ini kualitas pendidikan di Bangka Belitung semakin meningkat.




