
PANGKALPINANG – Pengembangan pendidikan vokasi tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis. Peserta didik juga perlu memiliki kreativitas, keberanian berekspresi, daya saing, serta karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial. Semangat inilah yang tercermin dalam penyelenggaraan Ajang Kreativitas dan Unjuk Bakat Siswa SMK Negeri 5 Pangkalpinang Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Muda, Talenta, Seni, dan Inovasi” berlangsung selama tiga hari, 13 sampai 15 Oktober 2026 di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Deklarasi Anti Narkoba dengan harapan siswa tidak terlibat dalam penggunaan dan peredaran narkoba,
Kegiatan resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Suharsi, melalui prosesi pemukulan gong. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan potensi, kreativitas, dan kemampuan mereka di luar pembelajaran rutin di kelas. Tarian sambut dari Sanggar Tari Dayang Bedincak SMK Negeri 5 Pangkalpinang juga semakin menambah suasana acara.
Kepala SMKN 5 Pangkalpinang, Ibu Siti Marfuah, mengungkapkan, kegiatan Ajang Kreativitas dan Unjuk Bakat Siswa SMK Negeri 5 Pangkalpinang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi ajang ini memiliki relevansi strategis bagi pendidikan kejuruan.
Di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis, katanya, lulusan SMK dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berpikir kreatif, berkomunikasi, bekerja sama, dan beradaptasi serta berkarakter. Karena itu, ruang aktualisasi seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah potensi peserta didik.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik dan ilmu pengetahuan, melainkan juga wadah untuk menempa jati diri, mengembangkan minat bakat, serta belajar menghargai kemampuan diri sendiri maupun orang lain. Melalui ajang kreativitas ini, diharapkan siswa SMKN 5 Pangkalpinang dapat menunjukkan inovasi dan semangat berkompetisi secara sehat,” tegas Siti.
Dalam kesempatan itu dia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan, orangtua siswa, serta dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan kegiatan Ajang Kreativitas dan Unjuk Bakat Siswa SMK dan Deklarasi Anti Narkoba.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Suhasri, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sekolah memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan keterampilan sesuai dengan potensi masing-masing.
“Kegiatan positif seperti unjuk bakat ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia yang juga Ketua OSIS SMK Negeri 5 Pangkalpinang, Husaini, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial atau bukan untuk hura-hura. Yang terpenting dari pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana rekan-rekan siswa bisa mengenali keberagaman kemampuan, kreativitas serta kebersamaan.
Deklarasi Anti Narkoba
Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan ini adalah Deklarasi Anti Narkoba. Agenda tersebut memperluas makna kegiatan dari sekadar pengembangan bakat menjadi upaya membangun kesadaran dan tanggung jawab sosial di kalangan peserta didik.
Koordinator Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erka Agustina, saat menyampaikan sambutan mengungkapkan tentang bahaya nyata narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda dan ketahanan bangsa.
Dia mendorong keterlibatan seluruh unsur sekolah melalui komitmen anti-narkoba agar para siswa berani membentengi diri dari bahaya narkoba serta menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Apalagi pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan tidak cukup dilakukan melalui imbauan atau slogan. Dibutuhkan komitmen bersama, edukasi yang berkelanjutan, serta keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara sehat.
Dalam konteks tersebut, Deklarasi Anti Narkoba menjadi simbol penegasan sikap sekaligus pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik dan keterampilan kerja. Integritas, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, dan keberanian menolak pengaruh negatif juga merupakan bagian mendasar dari kualitas seorang lulusan.
Penggabungan kegiatan kreativitas dan unjuk bakat dengan deklarasi antinarkoba menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi dan pembentukan karakter perlu berjalan beriringan. Siswa didorong untuk berani menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekaligus memahami pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.
Membangun Ekosistem Sekolah yang Kreatif dan Berdaya Saing
Penyelenggaraan kegiatan pada 13–15 Oktober 2026 ini juga menjadi momentum bagi SMK Negeri 5 Pangkalpinang untuk memperkuat budaya sekolah yang memberi ruang bagi kreativitas, partisipasi, dan pengembangan karakter siswa.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Potensi yang muncul dari ajang ini perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan bakat, pendampingan siswa, penguatan kegiatan ekstrakurikuler, serta kesempatan berpartisipasi dalam kompetisi dan kegiatan produktif lainnya.
Dengan demikian, kegiatan unjuk bakat dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan sekadar panggung penampilan sesaat. Siswa yang memiliki potensi perlu mendapatkan ruang untuk berkembang, sedangkan siswa yang masih mencari bidang keunggulannya perlu memperoleh kesempatan untuk mencoba, belajar, dan menemukan kemampuan diri.
Pada akhirnya, keberhasilan Ajang Kreativitas dan Unjuk Bakat Siswa Tahun 2026 tidak hanya terletak pada kemeriahan pelaksanaan atau banyaknya penampilan yang disajikan, tetapi juga pada dampaknya terhadap perkembangan peserta didik. Apakah siswa semakin percaya diri? Apakah kreativitas mereka mendapatkan ruang pembinaan? Dan apakah komitmen antinarkoba dapat diterjemahkan menjadi perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting agar kegiatan sekolah mampu menghasilkan dampak yang lebih luas dan terukur. Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 5 Pangkalpinang menegaskan pentingnya pendidikan yang menempatkan kompetensi, kreativitas, dan karakter sebagai tiga unsur yang saling melengkapi. Harapannya, sekolah tidak hanya melahirkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga generasi muda yang inovatif, berintegritas, berdaya saing, serta mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat.

