PANGKALPINANG – Teriknya sinar matahari yang menyinari Kota Pangkalpinang tak membuat peserta membatalkan niatnya untuk mengikuti pawai karnaval yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Kamis 27 Agustus 2026.
Seputaran alun-alun Taman Merdeka yang menjadi titik kumpul peserta menjadi lautan manusia. Maklum peserta karnaval bukan hanya dari Kota Pangkalpinang, tapi dari berbagai sekolah dan masyarakat umum dari berbagai daerah yang ada di wilayah Pulau Bangka.
Tak cuma itu, kemeriahan kegiatan karnaval membuat masyarakat pun semakin memadati bahu jalan dan seperti tak ingin beranjak dari tempatnya untuk menyaksikan berbagai aksi dan penampilan yang diberikan oleh peserta karnaval. Berbagai ateraksi yang ditampilkan peserta dengan beragam kostum kreatif serta busana membuat penonton kagum dan terpana.
Warna-warni yang disuguhkan oleh peserta karnaval tahun ini membuat juri seperti sulit untuk menentukan siapa yang akan jadi pemenang. Pada tahun ini peserta pawai karnaval terdiri atas 48 peserta umum, 13 peserta instansi, 16 peserta SMA/SMK, 11 peserta SMP, 40 peserta SD dan 29 peserta Sepeda Hias. Seluruh peserta berkumpul di Titik 0 Kilometer sebagai lokasi awal pelaksanaan pawai.
Kegiatan secara resmi dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto yang mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Prosesi pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengibaran bendera sebagai simbol dimulainya rangkaian pawai.
Salah satu peserta yang turut memeriahkan pawai karnaval adalah Tim Karnaval SLB Pangkalpinang. Keikutsertaan para peserta didik SLB menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan inklusifitas dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran mereka juga menunjukkan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.
Ketua Panitia Tim Karnaval SLB Pangkalpinang, Syukur, menyampaikan bahwa tema pawai karnaval tahun ini Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.
“Kita coba menerjemahkan tema yang umum itu dengan konsep yang kita gunakan alamnya tengah rusak. Jadi kita mengusung konsep bagaimana kita melindungi alam. Selain itu ikon yang kita bawa adalah Gurita, kita juga membawa anak-anak yang bermakna untuk menyampaikan pesan bahwa mereka perlu dilindungi. Karena anak-anak di situ kan memakai konsep, ada yang pakai bintang laut, bintang biota laut lah. Sehingga kita bisa harus melindungi mereka dari kerusakan alam, dari kerusakan keserakan manusia,” papar Syukur.
Menurut Syukur, persiapan yang mereka lakukan untuk mengikuti karnaval ini selama dua minggu. “Sedangkan untuk untuk siswa yang mengikuti karnaval, sudah kita latih empat hari sebelum menjelang hari pelaksanaan. Sudah kita latih dari musik, kemudian untuk kostumnya sudah kita persiapan 2 minggu sebelum kegiatan,” ungkap Syukur.
Dia menambahkan, keikutsertaan dalam pawai karnaval ini menjadi kesempatan bagi para peserta didik untuk menampilkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta merasakan kebersamaan dalam perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Persiapan juga dilakukan bersama para guru dan pendamping agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Antusiasme masyarakat juga terlihat sejak pagi hari. Warga tampak memadati sejumlah titik di sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan berbagai penampilan dan kreativitas para peserta.
Salah seorang masyarakat, Ema, mengaku antusias dan senang dapat menyaksikan langsung pawai karnaval. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan semangat kemerdekaan yang dirasakan oleh seluruh warga.
“Lumayan kreatif, karena banyak barang-barang bekas dijadikan dimaksimalkan semaksimal mungkin. Manfaatnya ini mungkin jadi masyarakat lebih antusias untuk menggali lagi. Ke depannya lebih menggali lagi. Misalnya kayak barang bekas tadi, diolah menjadi barang yang bisa berguna. Untuk dipakai, mungkin untuk digunakan. Seperti tadi barang bekas bisa digunakan untuk buat tas, buat uang. Oh iya, dengan adanya pawai atau karnaval seperti ini kan UMKM juga lebih meningkat ya. Yang UMKM yang biasanya berjualan mungkin agak sepi dengan adanya pawai dan karnaval ini penjuakan mereka semakin meningkat,” ujarnya.
Beragam penampilan, kreativitas, kostum, serta semangat kebangsaan yang ditampilkan para peserta semakin menambah kemeriahan rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelaksanaan pawai karnaval ini menjadi salah satu momentum untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, instansi, pelajar, dan masyarakat. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, kreativitas, serta rasa cinta tanah air.
Pawai karnaval pada Kamis, 27 Agustus 2026, berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta Ibu Bhayangkari, para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan instansi vertikal, serta para tamu undangan berbahagia lainnya.
