Pesatnya perkembangan zaman, menjadikan hampir semua bidang kegiatan akrab dengan teknologi. Tak terkecuali dibidang pendidikan. Guru harus mampu menjadi sahabat teknologi. Kegiatan pembelajaran pun perlahan mulai mengimplementasikan pemanfaatan teknologi agar lebih menarik minat peserta didik.
Untuk itu, guna mendukung digitalisasi pembelajaran, Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengadakan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran bagi guru SMA. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari 25 -26 November 2026 ini menghadirkan narasumber dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC), Ali Imron.
Dalam workshop ini guru diajarkan bagaimana merancang serta membuat konten berupa media pembelajaran digital yang menarik bagi siswa.
Kepala BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengatakan bahwa bahwa guru adalah pendidik dan perancang generasi masa depan dalam gejolak media informasi yang terus menerus berkembang.
“Guru sebagai pendidik tak boleh stagnan, dan harus mampu berinovasi dalam mengedukasi, mampu mengemas pembelajaran yang menarik, dan memberdayakan. Guru memiliki peran yang penting dalam membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka kepada orang lain melalui berbagai jenis konten pembelajaran, yang tujuannya adalah untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif.
Ia menambahkan, adanya perkembangan teknologi menuntut guru untuk dapat memanfaatkan teknologi. Karena itu guru masa kini tidak hanya bertanggung jawab untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga untuk memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Guru harus memiliki kompetensi digital yang kuat. Kompetensi digital tidak hanya mencakup pemahaman tentang perangkat lunak dan perangkat keras, tetapi juga kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum dan strategi pembelajaran. Dengan memiliki kompetensi digital, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan.
Untuk itu guru perlu dibekali dengan kemampuan untuk membuat dan mengembangkan media pembelajaran, terutama yang berbasis teknologi komputer. Hal ini agar pembelajaran dapat berjalan sesuai target pembelajaran dan perkembangan zaman, tidak monoton maupun membosankan.


