PANGKALPINANG—Era digitalisasi pendidikan menuntut guru untuk selalu meng-upgrade kemampunnya dalam mengajar. Pembelajaran klasikal yang selama ini dilakukan guru tentunya harus ditinggalkan dan harus disesuai dengan perkembangan zaman, baik itu perkembangan teknologi maupun perkembangan peserta didik. Dengan memanfaatkan teknologi di era saat ini akan membuat pembelajaran lebih dinamis, praktis, dan lebih bermakna.
Kepala Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sukinda, mengatakan, guru harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang baik dan efektif di kelas.
“Era digitalisasi saat ini guru harus meningkatkan kompetensi diri. Guru di era digital dituntut untuk mampu membuat materi pembelajaran berbasis teknologi, seperti video pembelajaran, modul interaktif, kuis digital, dan penggunaan platform seperti Google Classroom, Moodle, atau Merd,” tegas Sukinda saat membuka Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Smart APPS Creator (SAC) untuk guru SMA yang dilaksanakan di Thasang Cafe, Jalan Merdeka Pangkalpinang, Senin 4 Agustus 2025.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Sungailiat Kabupaten Bangka pada tanggal 5 Agustus 2025 dan dilaksanakan di Tanjungpandan Belitung pada tanggal 7 Agustus 2025.
Dia melanjutkan kesuksesan kegiatan pembelajaran di kelas salah satunya ditentukan oleh media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Untuk itu guru harus mampu membuat dan menggunakan media yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik agar pembelajaran menyenangkan.
Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Smart APPS Creator (SAC) untuk guru SMA ini menghadirkan narasumber, Oki Pambudi yang merupakan Pengembang Teknologi Pembelajaran dari BTIKP Yogjakarta. Aplikasi Smart APPS dan mengimplementasikannya.
Smart Apps Creator (SAC) adalah perangkat lunak yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi mobile interaktif, baik untuk Android maupun iOS, tanpa memerlukan keahlian pemrograman. SAC menyediakan antarmuka yang mirip dengan Microsoft Office, sehingga mudah digunakan oleh berbagai tingkat pengguna. Dengan SAC, pengguna dapat membuat berbagai jenis aplikasi, termasuk aplikasi pembelajaran, game, aplikasi wisata, dan banyak lagi.
Sukinda berharap setelah kegiatan ini peserta bisa menerapkan materi yang diterima dalam membuat media pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran lebih bermakna. “Selain itu kiranya juga materi yang diterima dapat diimbaskan kepada guru lain di sekolah peserta,” harap Sukinda.

