Berita

Untuk Melaksanakan Pendidikan Inklusif yang Tepat, Dinas Pendidikan Babel Lakukan Ini

SUNGAILIAT--Guna mendapatkan masukan tentang pelaksanaan pendidikan inklusi dan mencari formulasi yang ideal terkait pelaksanaan pendidikan inklusi di Bangka Belitung, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan mengadakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sekolah Inklusi, Minggu hingga Selasa, 10 sampai 12 Desember 2023.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat, Kabupaten Bangka ini menghadirkan narasumber Profesor Endang Rochadi dan Risma Nurahmi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Wahyu Kurniawan dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, dan Edison Taher dari Dewan Pendidikan Babel.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ervawi, saat membuka Rakor mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan inklusi dapat berjalan baik jika ada dukungan dari semua pihak. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung katanya, akan terus berbuat agar pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah dapat berjalan dengan maksimal. Selain menyiapkan kompetensi guru untuk pendidikan inklusi, yang Dinas Pendidikan juga secara bertahap menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah.

Sementara itu Profesor Endang Rochadi menyampaikan bahwa implementasi pendidikan inklusi di seluruh daerah di Indonesia memang belum berjalan maksimal, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk itu Endang mengusulkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuat grand desain dan unit layanan disabilitas untuk memberikan dukungan kepada sekolah untuk melaksanakan pendidikan inklusif.

Sementara itu Ketua Pelaksana Rakor yang juga Plt Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Alfisyah, mengatakan  Rakor ini dilaksanakan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan Inklusif di Bangka Belitung, serta sebagai tempat bagi stakeholder penyelenggaraan pendidikan inklusif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk sharing dan berkolaborasi untuk membuat suatu kebijakan/program terkait pendidikan inklusif.

Rakor ini juga lanjutnya untuk mewujudkan Pendidikan Bangka Belitung yang menghargai keanekaragaman, dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik.

Peserta Rakor merupakan perwakilan dari Bappeda, Kepala Bidang, Kepala BTIKP, Pengawas Sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan se Bangka Belitung, dan Kepala SLB se Bangka Belitung.

Sumber: 
BTIKP
Penulis: 
Mamaqdudah
Fotografer: 
Jawat
Editor: 
Sukinda
Bidang Informasi: 
Pendidikan